Penyebab kanker ini bisa dari human
papillomavirus (HPV). Untuk mengetahui risiko kanker serviks sejak dini,
bisa dilakukan pap smear. Prosedur ini sebenarnya sudah lama digaungkan
pemerintah.
Namun, kesadaran masyarakat untuk
melakukan pap smear masih sedikit. Padahal, jika bisa diketahui sejak
dini, kanker serviks bisa ditangani lebih baik.
Prosedur pap smear hanya dilakukan
dengan alat-alat steril. Nah, saat pap smear memang bakal muncul
perasaan tak nyaman. Rasa ini ada karena ada alat yang dimasukkan untuk
membuka vagina dan rasa nyeri sedikit karena proses pengambilan sel.
HPV yang menyebabkan kanker serviks ini
biasanya menular melalui hubungan seksual. “Mereka yang kerap
berganti-ganti pasangan lebih berisiko dibandingkan yang hanya
berhubungan dengan satu pasangan,” ucap dokter spesialis obgyn Fernando
TT Sitorus dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Group).
Selain itu, perempuan dengan pasangan
yang belum disunat juga berisiko. Sebenarnya ada cara untuk mencegah,
yakni dengan vaksin. Namun, vaksin ini lebih efektif jika diberikan
untuk mereka yang belum pernah melakukan hubungan seksual. Jadi, si
vaksin bisa melawan jika ada HPV yang hendak menginfeksi.
Pertanda kanker serviks ini beragam.
Mulai menstruasi tak teratur atau ada yang tak beres sekitar bagian
intim. Perempuan patut waspada jika mengalami keputihan parah berbau
menyengat, warna lebih pekat, karena bisa saja mengindikasikan adanya
kanker serviks.
Pola hidup dan seks sehat adalah cara
menghindari kanker serviks. Jangan lupa pula, jika sedang di toilet
umum, bersihkan kloset sebersih-bersihnya. Usahakan pula mengalasi
kloset duduk dengan tisu. Sebab, risiko penularan HPV juga bisa berasal
dari toilet.
Selain itu, pap smear akan menunjang
pemantauan kanker serviks. Sebab, pada dasarnya pengobatan akan lebih
mudah jika kanker serviks ditangani sejak dini.
Selain menyebabkan kematian, kanker
serviks juga tak mengenakkan. Sebab, biasanya membuat perempuan tidak
bisa melakukan hubungan intim lagi. Maka, jika istri diketahui menderita
kanker serviks, suami mereka akan diberitahu apa yang harus dilakukan
dan tidak boleh dilakukan.
Selain itu, penderita juga harus
menjalani serangkaian terapi yang tak sebentar. “Penanganan serviks
menurut stadium kanker terbagi dua,” imbuhnya.
Pada tahap awal, hanya dilakukan operasi
pengangkatan sebagian atau seluruh rahim. Selain itu, bisa dengan
radioterapi. Nah, jika dalam tahap parah akan menggunakan kemoterapi
atau radioterapi maupun kombinasi keduanya.
Kanker serviks pun tidak hanya diderita
oleh mereka yang berusia paruh baya. Tapi, juga mereka yang masih muda.
Maka, semua kalangan harus waspada. Selama menjalani seks sehat dan pola
hidup sehat, risiko kanker pun bisaSumber :
Jawapos.com
0 Response to "Ayo Pahami Gejala Kanker Serviks! Segera Cegah Sebelum Parah! Yuk di Baca!"
Post a Comment